Diberdayakan oleh Blogger.
Hamster
DUNIA KOMPUTER
About Me
- Ihhar
Blog Archive
-
▼
2011
(23)
-
▼
Januari
(13)
- Ka'bah sebagai Pusat Dunia
- Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal?
- SIFAT SHOLAT NABI (BAGIAN 1)
- Permohonan Maaf
- IhHar
- Teruslah Mengetuk
- YA TUHANKU, KENAPA ENGKAU TIDAK MENOLONGKU?
- Pilihan Sulit
- Tauladan Nabi Minggu Ini
- Angka 0 dan Angka 1
- Toko Suami
- Tauladan Nabi Minggu Ini
- Tiga Pertanyaan
-
▼
Januari
(13)
Berikut adalah fatwa ulama besar Saudi Arabia, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utssaimin rahimahullah, dari kumpulan risalah(tulisan) dan fatwa beliau (Majmi'Fatawa wa Rosail Ibnu 'Utsaimin),3/28-29, no. 404.
Beliau rahimahullah pernah ditanya,
"Apa hukum mengucapkan selamat natal (Merry Christmast) pada orang kafir (Nasrani) dan bagaimana membalas ucapan mereka? Bolehkah kami menghadiri acara perayaan mereka (perayaan natal)? apakah seseorang berdosa jika dia melakukan hal-hal yang disebut tadi, tanpa maksud apa-apa? orang tersebut melakukannya karena ingin bersikap ramah, atau karena berbagai alasan lainnya. Bolehkah kita tasyabbuh (menyerupai) mereka dalam perayaan ini?"
Beliau rahimahullah menjawab,
Memberi ucapan selamat natal atau mengucapkan selamat dalam hari raya mereka (dalam agama) yang lainya pada orang kafir adalah sesuatu yang Diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca:ijma'kaum muslimin), sebagaimana hal ini di kemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya 'Ahkamu Ahlidz Dzimmah'.
Beliau rahimahullah mengatakan, "adapun memberi ucapan selamat pada syi'ar-syi'ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang Diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca:ijma'kaum muslimin)
Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya disisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oeh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minium minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lain.
banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. oleh karena itu, barang siapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid'ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapat kebencian dan murka Allah ta'ala". -demikian perkataan Ibnul Qoyyim rahimahullah-.
[Apakah perlu membalas ucapan selamat natal?]
Jika mereka mengucapkan selamat hari raya mereka pada kita, maka tidak perlu kita jawab karena itu bukanlah hari raya kita dan hari raya mereka sama sekali tidak dirihoi oleh Allah ta'ala. hari raya tersebut boleh jadi hari raya yang dibuat-buat oleh mereka (baca:bid'ah). atau mungkin juga hari raya tersebut disyariatkan, namun setelah Islam datang, ajaran mereka dihapus dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi shallallahu'alaihi wa sallam dan ajaran Islam ini adalah ajaran untu seluruh makhluk.
Allah ta'ala berfirman, "barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima(agama itu) padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi" (QS.Ali Imron [3]:85]
[bagaimana jka kita menghadiri perayaan natal?]
Adapun seorang muslim memenuhi undangan perayaan hari raya mereka, maka ini diharamkan, karena perbuatan semacam ini tentu saja lebih parah dari pada cuma sekedar memberi ucapan selamat terhadap hari raya mereka. menghadiri perayaan mereka juga bisa jadi menunjukan bahwa kita ikut berserikat dalam mengadakan perayaan tersebut.
[Bagaimana hukum menyerupai orang nasrani dalam merayakan natal?]
Begitu pula diharamkan bagi kaum muslim menyeripai orang kafir dengan mengadakan pesta natal, atau saling tukar kado, atau membagi-bagikan permen (yang disimbolkan dengan santa clause, pen) atau sengaja meliburkan kerja (karena bertepatan dengan hari raya natal). alasannya, Nabi Muhammad bersabda "Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka" (HR. Ahmad dan Abu dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho' mengatakan bahwa sana hadist ini jayid/bagus)
allah lah tempat kita meminta. semoga Allah memuliakan kaum muslimin dengan agama mereka. semoga Allah memberikan keistiqomahan pada kita dalam agama ini. Semoga Allah menolong kaum muslimin atas musuh-,usuh mereka. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Kuat lagi Maha Mulia. [Diterjemahkan oleh Muhammad Abdu Tuasikal].
Foto
Koleksi gambar
